Bagaimana Berpacaran yang Wajar Itu 1. Pacar itu jumlahnya Satu Yang wajar tentunya seseorang itu berpacaran dengan satu orang, jadi tidak ada istilah ban serep. Pacaran akan menjadi tidak wajar bila sang cowok atau cewek mempunyai niat dalam waktu bersamaan berpacaran lebih dari satu orang. Teman, sahabat biasa saja boleh lebih dari satu dan sebanyak-banyaknya, namun yang dipilih menjadi pacar harus satu; kecuali kalau memang tidak cocok, maka kemudian berpisah dan cari pacar yang lain lagi. 2. Tidak Mengikat Pacaran berbeda dengan menikah, jadi sifatnya masih belum mengikat, jadi sangat wajar kalau mereka yang sedang pacaran kalau masih memiliki banyak teman, masalahnya memang tidak mengikat. Kalau seandainya masih pacaran saja sudah terikat seperti .terpenjara. , tidak dapat dibayangkan seandainya sudah menikah. KIra-kira belasan tahun lalu ketika saya masih menjadi guru, ada seorang rekan kerja saya yang wanita, pacarnya itu pencemburu sekali. Pernah terjadi karena pacarnya tidak dapat menjemputnya hari itu, lalu ada seorang rekan lain guru Fisika mengantarnya ke stasiun bis, maka keesokan harinya timbul masalah. Cowoknya itu datang mencarinya, dan timbul perkelahian, sungguh memalukan. 3. Dewasa Dalam hal berpacaran juga diperlukan kedewasaan, di depan kita sudah sebutkan bahwa pacaran yang hanya hura-hura, makan-makan, jalan-jalan, nampaknya hanya menghambur-hamburkan uang dan waktu. Tidak ada waktu untuk saling mengenal satu dengan yang lain. Setiap orang itu unik, latar belakang berbeda, sifat dan cara didik dari orang tua juga berbeda. Semua perbedaan ini akan coba dipersatukan dalam jangka waktu yang tidak diketahui namun singkat. Ada orang yang hanya pacaran setengah tahun sudah menikah, ada yang lebih dari itu. Diperkirakan tidak cukup waktu untuk mengenal lebih dalam, oleh sebab itu pacaran merupakan kesempatan yang ada untuk kedewasaan kita mengenal satu dengan lainnya. Perbedaan pendapat dan konsep ada kemungkian terjadi, namaun merke yang dewasa memiki sikap hormat dan menghargai pendapat orang lain. 4. Seimbang Seimbang di dalam arti yang luas, ekonomi, pendidikan, umur dan iman kepercayaannya. Terlalu banyak ditemuakn persoalan kalau merka yang berpacaran dan tidak memperhatikan keseimbangan ini. Memang tidak semua, tetapi umumnya, mereka yang dari keluarga kaya akan menganggap remeh yang miskin, mereka yang berpendidikan akan merasa lebih hebat. Demikian juga umur, memang cukup mengagetkan kalau kita melihat ternyata ada pasangan yang perbedaan umurnya menyolok. Beberapa pasangan menjalani hubungan dengan penuh kesetiaan, namun tidak jarang juga mereka menjalaninya dengan berbagai motivasi, ada yang karena melihat harta kekayaan sehingga si cewek bersedia menikah dengan yang beruban, walaupun yang ganteng dan muda banyak menanti. 5. Kasih Saling mengasihi adalah kunci utama di dalam berpacaran yang wajar. Mengasih juga bukan di dalam pengertian merasa kasihan kepada pacar kita. Tetapi kasih yang muncul dari hati yang terdalam, yang dimulai dengan pandangan pertama, kemudian diteruskan dengan saling mengenal satu dengan yang lain. Pacaran yang wajar seharusnya terjlain saling kasih-mengasihi, sebab ini merupakan fondasi pentingnya. Tanpa cinta kasih namanya bukan pacaran , itu hanya teman atau sahabat karib. 6. Sabar & Menguasai diri Cinta kasih itu menghasilkan kesabaran, dan pacaran yang wajar juga perlu kesabaran, tidak boleh mendahului apabila belum saatnya. Mereka yang berpacaran mesti menahan diri, tidak boleh melanggar wilayah dan batas etika serta moral, terutama di dalam keeratan hubungan. Berpacaran bukan patokan mati untuk menikah, itu sebabnya kalau suatu saat memang tidak cocok, maka tatkala kedua insan itu mengambil keputusan untuk pisah, maka perpisahannya juga merupakan perpisahan yang baik-baik, artinya mereka bukan menjadi musuh, tetapi terjadi perubahan dari teman istimewa menjadi teman biasa. Sekarang saya ingin bertanya pada anda yang lagi berpacaran? Apakah pacaran anda pada posisi yang wajar? Atau sudah tidak wajar sehingga melewati batas .batas terlarang. Pacaran yang tidak wajar akan merugikan kedua belah pihak baik cowok maupun cewek, sebab kesannya mereka tidak menghargai satu dengan yang lain. Kembalilah ke batas yang wajar!!